Catatan Kaki dari Batavia
Get the Flash Player to see this player.
Jogjakarta memberikan nuansa tersendiri. Selalu ada kesempatan untuk merasakan romantisme sebuah budaya.
Harmoni alam dan manusia mewujud di Desa Baduy, Banten. Udaranya segar dengan alam yang terhampar hijau dimana-mana. Langit terlihat bersih. Begitu juga dengan kicauan burung, kokok ayam, dan gemericik air jernih yang menjadi mudah didengar.
Banyak musisi top Indonesia mencela kelompok-kelompok musik pendatang baru yang dianggap membawakan aliran musik Melayu. Tindakan itu tentu saja tidak fair. Tapi, pada saat yang sama, benarkah itu musik Melayu?
Siapa tak kenal Wakatobi? Inilah kawasan dimana alam menampakkan dirinya sedemikian elok. Begitu juga simbol-simbol kebudayaan Wakatobi yang tidak saja menarik, tetapi juga layak dipelajari.
Pekong ada di mana-mana; perempatan pusat kota, pinggir jalan raya dalam kota, dekat pasar, dekat perkantoran, dekat rumah penduduk, halaman rumah penduduk, tepi jalan kecil menuju pedalaman, tengah-tengah lahan kosong berbelukar, bawah rerimbunan dan rindang pepohonan, hutan kaki gunung, leher gunung, bahkan puncak gunung.
Selama ini musik keroncong selalu identik dengan budaya Jawa dan didendangkan oleh kalangan tua. Namun semua pandangan itu langsung sirna ketika saya mengunjungi “markas” Krontjong Toegoe di Kampung Betawi Tugu daerah Semper, Koja, Jakarta Utara.
Kerajinan tenun ikat yang diproduksi oleh perempuan-perempuan Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Tenun itu merupakan hasil dari kebudayaan yang cermat, tekun, dan setia pada kerja-kerja nenek moyang.
September 650 tahun yang lalu, Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit melakukan perjalanan ke wilayah kekuasaannya di bagian timur Jawa. Catatan ini terekam dalam naskah yang disebut Kakawin Negarakertagama.
Bali, juga seluruh Indonesia, belakangan terkejut. Salah satu unsur budaya Bali muncul dalam promosi budaya negeri tetangga, Malaysia. Tapi, tidakkah Bali kini tak sepenuhnya bernuansa Bali?
Bukit hijau. Tepian pantai landai. Laut membiru jernih dengan ombak bergulung kecil. Inilah wajah Mandeh, sebuah kampung yang mengandung mitologi, kuliner, sekaligus pesona bahari yang tak dapat dijumpai di daerah lain.
Yoga di studio atau di tempat kebugaran adalah sesuatu yang lazim dilakukan. Tetapi yoga di tempat terbuka, apalagi semegah dan seeksotis Candi Borobudur, tentunya akan terasa menjadi sesuatu luar biasa.
Hal yang pertama melintas di pikiran kita saat mendengar tentang Kartu Tarot adalah hal-hal yang bersifat klenik tentang ramalan; sesuatu yang menakutkan, kengerian, atau bahkan kematian. Anehnya, semua itu tak pernah terbantahkan. Orang-orang yang bergelut di dunia Tarot pun diam-diam seakan mengamini anggapan negatif tersebut tanpa pernah bermaksud mengoreksinya.
300 penabuh tampak begitu bersemangat memainkan musik Tong-tong. Nadanya dinamis, lincah, dan gegap gempita. Ada watak dan kehidupan masyarakat Jawa Timur yang tergambar dari kelugasan bunyi-bunyian itu.
Menyusuri kota Leeds, Inggris, sama seperti menyusuri dunia yang silam. Kota tua ini bergelut dengan modernisasi tanpa hiruk pikuk, tanpa kotoran kota, dan tanpa menafikkan kebinnekaan.