Kultur
Romantika di Jogja

Romantika di Jogja

Jogjakarta memberikan nuansa tersendiri. Selalu ada kesempatan untuk merasakan romantisme sebuah budaya.

[1 komentar]


Harmoni di Baduy

Harmoni di Baduy

Harmoni alam dan manusia mewujud di Desa Baduy, Banten. Udaranya segar dengan alam yang terhampar hijau dimana-mana. Langit terlihat bersih. Begitu juga dengan kicauan burung, kokok ayam, dan gemericik air jernih yang menjadi mudah didengar.

[6 komentar]


Menyoal “Musik Melayu”

Menyoal “Musik Melayu”

Banyak musisi top Indonesia mencela kelompok-kelompok musik pendatang baru yang dianggap membawakan aliran musik Melayu. Tindakan itu tentu saja tidak fair. Tapi, pada saat yang sama, benarkah itu musik Melayu?

[2 komentar]


Eksotisme Wakatobi dan Tanda Tanya Kebudayaan

Eksotisme Wakatobi dan Tanda Tanya Kebudayaan

Siapa tak kenal Wakatobi? Inilah kawasan dimana alam menampakkan dirinya sedemikian elok. Begitu juga simbol-simbol kebudayaan Wakatobi yang tidak saja menarik, tetapi juga layak dipelajari.

[3 komentar]


Singkawang, Kota Seribu Pekong

Singkawang, Kota Seribu Pekong

Pekong ada di mana-mana; perempatan pusat kota, pinggir jalan raya dalam kota, dekat pasar, dekat perkantoran, dekat rumah penduduk, halaman rumah penduduk, tepi jalan kecil menuju pedalaman, tengah-tengah lahan kosong berbelukar, bawah rerimbunan dan rindang pepohonan, hutan kaki gunung, leher gunung, bahkan puncak gunung.

[6 komentar]


Krontjong Portugis

Krontjong Portugis

Selama ini musik keroncong selalu identik dengan budaya Jawa dan didendangkan oleh kalangan tua. Namun semua pandangan itu langsung sirna ketika saya mengunjungi “markas” Krontjong Toegoe di Kampung Betawi Tugu daerah Semper, Koja, Jakarta Utara.

[8 komentar]


Tenun Ikat Perempuan Sasak

Tenun Ikat Perempuan Sasak

Kerajinan tenun ikat yang diproduksi oleh perempuan-perempuan Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Tenun itu merupakan hasil dari kebudayaan yang cermat, tekun, dan setia pada kerja-kerja nenek moyang.

[4 komentar]


Rute Kerajaan Majapahit, 650 Tahun Lalu

Rute Kerajaan Majapahit, 650 Tahun Lalu

September 650 tahun yang lalu, Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit melakukan perjalanan ke wilayah kekuasaannya di bagian timur Jawa. Catatan ini terekam dalam naskah yang disebut Kakawin Negarakertagama.

[8 komentar]


Redupnya Aroma Bali

Redupnya Aroma Bali

Bali, juga seluruh Indonesia, belakangan terkejut. Salah satu unsur budaya Bali muncul dalam promosi budaya negeri tetangga, Malaysia. Tapi, tidakkah Bali kini tak sepenuhnya bernuansa Bali?

[7 komentar]


Mitologi di Mandeh

Mitologi di Mandeh

Bukit hijau. Tepian pantai landai. Laut membiru jernih dengan ombak bergulung kecil. Inilah wajah Mandeh, sebuah kampung yang mengandung mitologi, kuliner, sekaligus pesona bahari yang tak dapat dijumpai di daerah lain.

[1 komentar]


Sunrise dan Yoga di Borobudur

<i>Sunrise</i> dan Yoga di Borobudur

Yoga di studio atau di tempat kebugaran adalah sesuatu yang lazim dilakukan. Tetapi yoga di tempat terbuka, apalagi semegah dan seeksotis Candi Borobudur, tentunya akan terasa menjadi sesuatu luar biasa.

[3 komentar]


Kartu Tarot – Sejarah dan Misterinya

Kartu Tarot – Sejarah dan Misterinya

Hal yang pertama melintas di pikiran kita saat mendengar tentang Kartu Tarot adalah hal-hal yang bersifat klenik tentang ramalan; sesuatu yang menakutkan, kengerian, atau bahkan kematian. Anehnya, semua itu tak pernah terbantahkan. Orang-orang yang bergelut di dunia Tarot pun diam-diam seakan mengamini anggapan negatif tersebut tanpa pernah bermaksud mengoreksinya.

[5 komentar]


Majapahit Travel Fair

Majapahit Travel Fair

300 penabuh tampak begitu bersemangat memainkan musik Tong-tong. Nadanya dinamis, lincah, dan gegap gempita. Ada watak dan kehidupan masyarakat Jawa Timur yang tergambar dari kelugasan bunyi-bunyian itu.

[1 komentar]


Leeds, Multikultur Sebuah Kota Tua

Leeds, Multikultur Sebuah Kota Tua

Menyusuri kota Leeds, Inggris, sama seperti menyusuri dunia yang silam. Kota tua ini bergelut dengan modernisasi tanpa hiruk pikuk, tanpa kotoran kota, dan tanpa menafikkan kebinnekaan.

[1 komentar]