Pesona Kawah Putih di Bandung Selatan

Kawah Putih
Semula, Gunung Patuha yang kini menjadi kawah diyakini sebagai tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan. Ada persepsi misterius dan angker di tempat tersebut. Tapi kini tempat itu dikenal sebagai Kawah Putih yang indah dan eksotis. Angin sejuk akan menyapa Anda saat menyusuri jalan sepanjang Ciwidey, Jawa Barat. Dan sebelum sampai ke tempat wisata alam Kawah Putih, mata Anda pun akan dimanjakan dengan pemandangan perkebunan strawberry milik penduduk lokal.
Lokasi Kawah Putih dapat ditempuh melalui perjalanan sejauh 46 kilometer atau 2,5 jam ke arah selatan kota Bandung. Tapi meski sudah di pintu masuk, Anda masih harus melewati lima kilometer lagi untuk mencapai Kawah Putih. Hutan hujan tropis dan Eucalyptus akan menemani Anda saat melawati jalanan ini. Di sini, jalanan cukup terjal dan curam. Dan dari pintu masuk, kondisi jalan berlubang di sana sini. Medan seperti ini memerlukan perhatian ekstra jika Anda membawa kendaraan bermotor.
Sesampai di tempat parkir, Anda masih harus berjuang dulu untuk mencapai Kawah Putih. Hawa dingin pegunungan akan melilit Anda saat melewati tangga. Jadi, persiapkanlah jaket atau kupluk (penutup kepala) dari bahan wol. Jangan ketinggalan pula tas anti hujan untuk menaruh kamera, handycam, atau handphone Anda. Sebab di sini cuaca sulit diprediksi. Hujan bisa turun kapan saja.

Kawah Putih
Di atas, hamparan pasir putih dan kaldera kecil berisikan air berwarna bening kehijau-hijauan terbentang dengan begitu indah. Inilah Kawah Putih. Asap terlihat mengepul di atas air yang bening. Tapi warna air tidak selamanya putih. Terkadang air itu dapat berubah warna menjadi hijau apel dan kebiru-biruan. Dan bila matahari sedang terik atau cuaca sedang terang benderang, air itu terkadang berubah pula warnanya menjadi coklat susu.
Eksotika Kawah Putih tak pelak membuat tempat ini menjadi salah satu surga bagi para pecinta fotografi, termasuk pasangan calon pengantin. Sebab, tak jarang Kawah Putih menjadi lokasi pemotretan bagi mereka yang hendak menikah.
Tidak jauh dari kawasan Kawah Putih, terdapat goa buatan sedalam lima meter. Menurut penduduk setempat, pada jaman dahulu goa ini pernah dijadikan sebagai tambang atau pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Saat melewatinya, bau belerang memang masih terasa cukup menyengat.
Asal Usul Kawah Putih
Kawah Putih tercipta setelah letusan Gunung Patuha yang terjadi sekitar abad 10 dan 12 Sebelum Masehi. Ketika itu, gunung yang berada di ketinggian 2300 meter dari permukaan laut ini diyakini penduduk setempat sebagai sesuatu yang mengandung mitologi dan angker. Penduduk percaya, puncak gunung ini adalah tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan.
Tapi pada 1873, seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun, menerobos gunung tersebut. Kala itu, Patuha masih berupa hutan lebat dan dipenuhi pohon-pohon kayu jenis lokal, seperti rasamala, saninten, huru, dan samida. Dan seketika saja misteri yang dipercaya penduduk itu punah. Junghun, yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda, menemukan sebuah danau kawah yang terlihat sangat eksotis dan indah. Namun demikian, meski ditemukan pada 1873, kawasan Kawah Putih baru dijadikan objek wisata pada 1987 oleh PT Perhutani (Persero) Unit III Jawa Barat dan Banten.
Teks dan foto: Santi Irawati
Santi Irawati adalah reporter Wisataloka.com di Jakarta
Malam tahun baru 2010 aku dan cucuku ke sini, sayang karena macet di daerah Kopo dan hujan di sepanjang perjalanan, belum lagi terhalang bis yang gak kuat nanjak yang akhirnya mogok ditengah jalan, akhirnya aku sampai sini udah maghrib, padahal kata penjaga tutup jam 17.00… Wah kapan2 kesini lagi… Masih penasaran nih.
Kawah putih hanya indah dilihat pada kunjungan pertama, ketika Anda datang untuk yang kedua kalinya maka pemandangan di kawah putih menjadi biasa-biasa saja, sejuk menuju dingin iya tetapi fasilitas toilet saja tidak terurus, pada kunjungan kedua saya tanggal 28 November 2009 tiket masuk Rp 12.000 dan harus mengantri 30 menit untuk buang air kecil.