Wisata Pintar di Bosscha

Oleh: Diu Oktora

Observatorium Bosscha.

Observatorium Bosscha.

Siapa tak senang berwisata? Melepaskan perasaan dan tubuh setelah didera rutinitas pekerjaan adalah hasrat manusiawi bagi siapapun. Dan berwisata tidaklah melulu persoalan air, pantai, laut, atau gunung. Di Bandung, tepatnya di kawasan Lembang, Jawa Barat, ada tempat wisata yang dapat membuat orang menjadi pintar. Tempat tersebut bernama Observatorium Bosscha.

Tapi, apa itu Observatorium Bosscha? Apa menariknya ke observatorium? Observatorium Bosscha adalah tempat peneropongan bintang. Di tempat yang memiliki luas enam hektar ini, Anda bisa melihat langsung eksotika sekaligus misteri semesta; bagaimana keindahan bintang-bintang, planet-planet, dan pendaran matahari.

Dahulu, Observatorium Bosscha ini bernama Bosscha Sterrenwacht. Peneropongan bintang tertua di Indonesia ini dibangun oleh Netherland-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Kala itu, seorang tuan tanah berkebangsaan Belanda di perkebunan teh Malabar, Karel Albert Rudolf Bosscha, bersedia menjadi penyandang dana utama dan memberikan bantuan untuk pembelian teropong bintang. Nah, sebagai penghargaan atas jasa Bosscha, sekalipun bangsanya melakukan penjajahan terhadap Indonesia, namanya diabadikan sebagai nama observatorium peneropongan bintang ini. Pembangunan observatorium ini dimulai pada 1923 dan selesai pada 1928.

Suasana menjadi sejuk dengan keberadaan pohon-pohon tua.

Suasana menjadi sejuk dengan keberadaan pohon-pohon tua.

Pada 17 Oktober 1951, menjelang nasionalisasi besar-besaran aset-aset Belanda, Perhimpunan Bintang Belanda itu menyerahkan Observatorium Bosscha kepada pemerintah Republik Indonesia. Dan ketika Institut Teknologi Bandung berdiri pada 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari kampus tersebut. Sejak itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal astronomi di Indonesia. Observatorium Bosscha menjadi homebase bagi penelitian astronomi.

Tak hanya sebagai tempat penelitian, pada 2004, melalui Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.51/OT.0071/MKP/2004, Observatorium Bosscha pun dijadikan Benda Cagar Budaya. Hal ini dikarenakan Bosscha memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, keberadaan Observatorium Bosscha pun menjadi entitas yang harus dilindungi.

Observatorium ini memiliki beberapa teleskop besar yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan. Diantaranya adalah Teleskop Refraktor Unitron. Bagi umat muslim, teleskop ini sangat berguna untuk menentukan kapan tiba waktu puasa di bulan Ramdhan dan Idul Fitri. Teleskop serupa juga dapat digunakan untuk pengamatan gerhana matahari dan gerhana bulan.

Selain Teleskop Refraktor Unitron, ada empat teleskop besar lainnya, yakni Teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Teleskop Refraktor Bamberg, Teleskop Cassegrain GOTO, dan Teleskop Schmidt Bima Sakti. Tiga teleskop pertama biasanya digunakan untuk mengamati bintang, bulan, dan matahari. Sedangkan teleskop terakhir digunakan untuk mengamati galaksi Bima Sakti.

Pepohonan merindang di kompleks Observatorium Bosscha.

Pepohonan merindang di kompleks Observatorium Bosscha.

Karena Observatorium Bosscha berada di dataran tinggi Bandung, udara sejuk pegunungan akan menyapa Anda saat mendapatkan pengetahuan tentang kosmologi. Kenyamanan juga diperoleh dari keberadaan pohon-pohon rimbun yang berusia ratusan tahun.

Oleh karena itu, berwisata sains di Observatorium Bosscha layak menjadi pilihan rekreasi bagi Anda dan keluarga.

Nah, sebelum mengunjungi Bosscha, ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal di bawah ini.

Jadwal Kunjungan

Periode

Waktu

Siang

Januari - Desember

09.00 - 16.00 WIB

Malam

April - Oktober

17.00 - 20.00 WIB

Keterangan:
Kunjungan siang dikelompokkan menjadi 2 sesi dengan penganturan sebagai berikut:
Sesi 1: 09.00 - 10.00 WIB
Sesi 2: 12.00 - 13.00 WIB
Sesi 3: 15.00 - 14.00 WIB

Jadwal kunjungan malam ditentukan berdasarkan fasa bulan dan dikeluarkan setiap awal tahun.

Hari Berkunjung

Hari

Siang

Malam

Minggu

TUTUP

Senin

Perawatan, Tidak menerima kunjungan

Selasa

Paket

(Perlu perjanjian)

Minimal 25 Orang dan Max 200 orang Tour Teleskop Zeiss

(Selama jam berkunjung)

Malam Umum

(Perlu perjanjian)

Jadwal dari Observatorium

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Biaya

Rp 5.000/orang

Rp 10.000/orang

Keterangan:
Observatorium Bosscha tidak menerima kunjungan pada:
1.   Hari libur Nasional.
2.   Tanggal 30 Desember - 5 Januari tahun berikutnya.
3.   Seminggu sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Karena banyaknya permintaan, masyarakat yang ingin mengunjungi Observatorium Bosscha sebaiknya mendaftarkan diri sebelum datang. Pendaftaran dapat dilakukan di:

Telefon/Fax: 022-2786001
Email : kunjungan@as.itb.ac.id

Teks dan foto: Diu Oktora
Diu Oktora adalah jurnalis yang bekerja di stasiun ANTV, Jakarta

Komentar (9)

  • Fanny says:

    Saya mau ke Boscha, mungkin akhir bulan ini. Kira2 kalo cuma 2 orang bisa gak yaa? Saya jauh nih datangnya, dari Pontianak, Kalimantan Barat.

  • Eni Nuraeni says:

    Kalo saya mau berkunjung ke Boscha akhir Juni / awal Juli 2010 apakah masih bisa? Jumlahnya cuma 6 orang? Juga apakah anak dibawah 5 tahun boleh ikut masuk? Terimakasih.

  • Ica says:

    Saya tertarik untuk mengunjungi Bosscha, tapi bisa gak datang perorangan pada siang hari? Makasih.

  • Fajar says:

    Maaf, kira-kira bisa diberikan jadwal kunjungan seperti bulannya…
    pada bulan apa kira2 yang baik…. Lalu untuk perjanjian minimal diharuskan berapa hari sebelum kunjungan?

    Terimakasih


Kirim komentar

Nama *

Mail *

Website