Papua dan Nusa Tenggara Timur adalah dua diantara sejuta pesona alam Indonesia Timur. Siapapun akan tertegun menyaksikan sebuah kemegahan dari alam yang terhampar alami di kedua daerah ini.
Di Papua, misalnya. Di sini ada kawasan yang disebut Asotipo. Letaknya berada di tengah permainya Lembah Baliem. Kawasan ini dapat dicapai dari Kota Wamena dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan sepeda gunung ke arah Yahukimo.
Perjalanan menuju Asotipo cukup menyenangkan. Sapaan ramah penduduk dibarengi pemandangan indah tiada tara serta udara yang sangat pas untuk menyegarkan diri. Dan dengan membayar Rp 10 ribu per orang, karena saya waktu itu naik sepeda, kita sudah dapat berfoto, mandi, dan barbekyu sepuasnya di sepanjang pinggir sungai di dangau-dangau yang disediakan oleh pengelola (lihat Mengarungi Lembah Baliem).
Jika datang pada hari kerja (bukan akhir pekan), kita dapat merasakan seolah seluruh tempat ini adalah milik kita….
Lain Papua lain Nusa Tenggara Timur. Di Desa Kalamba yang berada di pelosok Sumba Timur, ada sebuah air terjun kecil. Yang menarik, selain air terjun yang terlihat di latardepan, ternyata di latarbelakang, di dalam bebatuan, juga terdapat air terjun mungil lain. Hal ini cukup mengejutkan. Sebab wilayah Sumba Timur adalah dataran yang relatif kering namun ternyata menyimpan potensi air bersih yang sangat baik di perut bumi.
Air yang jatuh dari air terjun itu kemudian mengalir ke sebuah sungai. Dan pada musim kemarau, air di sungai ini sangat jernih dan bersih, Saya dapat meminumnya berulang-ulang saat berenang di sungai tersebut tanpa mendapat masalah kesehatan. Namun pada musim hujan, air sungai justru menjadi lebih keruh dan kotor. Sebab tanah dari lereng-lereng di pinggir sungai terbawa air hujan masuk ke dalam sungai.
Di kawasan lain di Nusa Tenggara Timur, ada bukit-bukit yang terhampar di Desa Pulupanjang. Bukit-bukit ini sangat menantang dan membebaskan perasaan ketika ketika saya menapakinya satu persatu. Dan menurut penduduk setempat, jika musim hujan datang, seluruh hamparan bukit tersebut menghijau berkat rumput yang tumbuh dengan subur. Rasanya seperti ingin menari dan berlari bagai di film Sound of Music… (lihat juga Tana Humba di Timur Nusa Tenggara).
Ya, syukur kepada Tuhan kita diberkati dengan alam yang begitu menawan.
Dan bentuk syukur yang paling konkret adalah bagaimana kita melestarikan berkat tersebut, baik dari pengrusakan maupun penguasaan pihak yang tidak bertanggungjawab dan tidak berkepentingan.
Penyadaran serta pemberdayaan sumber daya manusia setempat adalah kunci utama pelestarian, dan hal inilah yang saat ini sangat mendesak untuk dilakukan di Wilayah Indonesia Timur, khususnya lagi Papua.
Mari kita berbuat sesuatu dan banyak hal untuk menjaga dan melestarikan bumi ini.
Waduh luar biasa indah tidak kalah dengan di LN nih..
Jadi kangen kalamba…
it is a have-to-visit place.
Sayang transportasi kesana mahal
Wowww keren deh. Negeriku. Panorama yang indah, tetapi pemerintahannya gak seindah alam raya.
Kapan yah…