Tips Menulis

Pepatah bilang ada seribu jalan menuju Roma. Begitu juga dengan aktualisasi diri, yang diantaranya dapat digapai dengan karya intelektual. Tapi aktualisasi diri pada dasarnya hanyalah konsekuensi dari bagaimana cara Anda menyampaikan tafsir terhadap fenomena (juga nomena).

Wisataloka memberikan tiga jalan kepada Anda yang hendak menyampaikan pandangan dan menyebarkan pemikiran. Jalan tersebut adalah melalui teks, foto, dan video. Kesemua ini didekati dengan jalan feature, dimana penggunaan kata ganti orang pertama dalam melihat fenomena (atau nomena) sangat dianjurkan.

Mengingat konsentrasi Wisataloka ada pada domain Kultur, Petualangan, dan Kuliner, maka panduan di bawah ini akan menyusur di ketiga hal tersebut.

TEKS
Begitu pikiran Anda mengatakan bahwa sesuatu itu menarik, entah itu tempat praktek kebudayaan, tempat wisata, kuliner, atau petualangan, bersiaplah untuk menggumulinya. Fokus dan persempitlah tema pembahasan. Sebisa mungkin cari perspektif yang unik dan tidak umum. Dengan tema yang jelas, Anda akan mudah untuk menulis atau mengkonstruksikannya.

Kemudian kuatkan subjektivitas Anda, yang dicampur dengan berbagai pengamatan maupun literatur. Dan ingatlah selalu dengan pembaca. Buat mereka mengerti. Dan jika tulisan Anda kuat, mereka bahkan akan mengidentifikasi dirinya pada subjektivitas Anda. Mereka juga akan dapat membayangkan suasananya saat menuju lokasi atau keadaan yang Anda tulis.

Contoh:

Kultur
Anda merasakan bahwa kebudayaan di kota X sungguh menarik dan eksotis. Pikiran ini masih umum dan luas. Ketika Anda menggunakan kaca pembesar, mungkin Anda akan melihat hal yang detail bahwa, misalnya, di kota X ada keragaman etnis, atau ada satu etnis minoritas yang ternyata memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua dan bersumber dari negeri yang jauh dibanding etnis mayoritas. Atau Anda menemukan bahwa andalan kebudayaan kota X yang terkenal selama ini adalah batik, misalnya. Tapi ternyata ada produk kebudayaan lain yang sebenarnya tak kalah menarik, misalnya sistem matematika yang tua.

Selain mencari celah yang tidak populer, Anda juga dapat mengeksplorasi kebudayaan yang sudah dikenali umum. Hanya saja, sebisa mungkin Anda sebaiknya mengekplorasi dan mengemasnya dengan gaya yang unik dan mendalam.

Anda juga dapat membuat pola-pola perbandingan yang egaliter antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain; atau antara sejarah satu dengan sejarah lain.

Petualangan
Anda menemukan ada tempat wisata yang menarik. Di sini, Anda kembali harus peka untuk mencari perspektif yang unik dan menarik. Sebisa mungkin Anda harus filosofis, metaforis, dan kreatif.

Gunung yang menjadi favorit turis, misalnya, bisa Anda jadikan sebagai bahan. Tapi lengkapi juga dengan sejarah gunung, alasan kenapa orang-orang, termasuk Anda sendiri, mau ke sana. Atau jika ada, lukiskan mitologi yang dikandung gunung tersebut.

Subjektifitas kembali sangat diperlukan. Jadi apa yang Anda rasakan saat melihat sebuah fenomena menjadi penting.

Kuliner
Mungkin Anda menemukan ada sebuah festival kuliner sedang digelar di kota Anda. Di sini, Anda harus mencari perspektif yang tidak lekas usang. Anda bisa menulis banyak hal. Misalnya, bagaimana sejarah festival tersebut? Apa saja yang ditawarkan festival itu dari tahun ke tahun? Apa beda dan kelebihan festival tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya? Kenapa festival itu (harus) ada? Kenapa festival itu digelar di kota X? Berapa biaya yang dihabiskan? Apakah jumlah peserta dan pengunjung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun? Apa dampak atau tindak lanjut dari festival itu?

Dari situ, Anda dapat melanjutkan pembahasan ke produk-produk makanan yang ada di festival tersebut, baik yang menjadi andalan maupun tidak. Melengkapinya dengan opini panitia festival dan, jika ada, penjual atau pembuatnya juga merupakan sesuatu yang dapat menambah nilai tulisan Anda.

Hal serupa juga dapat dilakukan di tempat-tempat makanan atau produk makanan yang ada di suatu daerah. Selain menambahinya dengan menu-menu apa saja yang ditawarkan, Anda pun dapat mengekplorasi bahan-bahannya, cara mengolah makanannya, sejarah makanannya, termasuk dampak makanan tersebut pada manusia dan lingkungan.

Dan seperti pada Kultur dan Petualangan, sebisa mungkin carilah produk makanan atau minuman yang langka. Jikapun makanan atau minuman yang Anda bahas sudah cukup terkenal, kemaslah dengan unik dan lakukan eksplorasi mendalam.

FOTO
Pada setiap fenomena atau pengisahan yang Anda lakukan, akan baik sekali jika dilengkapi dengan foto yang masing-masingnya memuat keterangan (caption). Foto dari sebuah fenomena dapat diambil secara landscape, portrait, dan detail. Dan ingatlah selalu, bahwa di halaman depan, ukuran yang dibutuhkan adalah landscape. Adapun jumlah foto yang disarankan minimal dua buah. Sedangkan jenis foto adalah foto esai.

Anda juga dapat mengirimkan foto tanpa tulisan, dengan minimal lima buah foto. Hanya saja, selain memberikan caption pada masing-masing foto, harap juga diberikan pengantar sekitar satu hingga tiga paragraf.

VIDEO
Selain tulisan dan foto, Anda juga bisa mengirimkan karya video, baik aktual maupun yang tak lekang waktu, yang terkait dengan konsentrasi Wisataloka, yakni Kultur, Petualangan, Kuliner. Di sini Anda dapat menggunakan pendekatan artistik maupun reportase. Dengan durasi antara 1,5-5 menit, Anda diharapkan mengirimkannya dalam bentuk WMP atau FLV (atau hubungi redaksi).

Pedoman Umum

  • Otentik. Jangan pernah melakukan plagiasi
  • Tidak melakukan vonis atau streotip atas budaya atau kelompok etnis tertentu
  • Jujur, jelas, dan detail (jika hendak melakukan abstraksi atas sebuah fenomena, jangan menjadikannya sebagai perspektif utama)
  • Informatif
  • Sebisa mungkin hindari menggunakan kata sifat, dan eksplorasilah dengan kata kerja
  • Tidak perlu menjelaskan semua hal secara detail selain apa yang menjadi perspektif utama Anda
  • Hindari akronim
  • Jangan lupakan sejarah dari apapun yang Anda tulis
  • Jangan menulis sesuatu yang tidak Anda ketahui atau tempat yang belum pernah Anda kunjungi



Mengirimkan Karya dan Ketentuan
Anda bisa mengirimkan karya Anda ke email: redaksi@wisataloka.com dan melengkapinya dengan biodata singkat, foto diri, dan nomor rekening bank. Mengenai biodata singkat, Anda dapat melihat contohnya di akhir setiap naskah dan juga kolom Kontributor di www.wisataloka.com.

Jika ada keberatan dari pihak ketiga atas keberadaan karya Anda di www.wisataloka.com, maka itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Salam,
Redaksi