Kultur
Dua penari Papua menari diiringi tabuhan tifa bertalu-talu. Kemudian datang penari berpakaian adat Dayak. Penari Papua sontak menyambutnya dengan melakukan tarian Dayak. Lalu muncul sepasang muda-mudi Melayu. Sang Papua dan sang Dayak pun turut bergoyang sesuai irama Melayu. Selanjutnya, datang penari Bali, dan semuanya mengikuti alunan gamelan Bali yang dinamis.
Boga
Mau makanan khas? Kini hal tersebut dapat diwujudkan hanya melalui telefon. Makanan dari manapun dapat diantar kemanapun Anda mau.
Kultur
“Lebih baik kau keluar saja dari sekolahmu itu. Daripada kau belajar bahasa Inggris, lebih baik kuajarkan kau bahasa Bugis.”
Kultur
“Mereka bicara dalam bahasa Belanda. Ayah saya ditanya Sukarno, jadi Pak Sultan mau bergabung dengan republik? Ayah saya bilang, maaf saja, saya mau republik, tapi sistemnya federal. Tapi Hatta bilang, jangan dulu federal. Nanti saja belakangan.”
Boga
Siapa tak kenal Kuta di Bali? Inilah sebuah kawasan wisata yang terintegrasi dengan kebudayaan lokal. Dan tak jauh dari pantainya, berdiri sebuah warung sederhana yang ikut meramaikan ragam kuliner di Bali, yakni Nasi Pedas Ibu Andika.
Jelajah
Pantai berpasir putih menghampar di sepanjang daerah yang menjorok ke laut hingga ke daerah lengkung dekat muara sungai. Dari atas, lengkungannya mirip lesung, alat untuk menumbuk padi.
Pelesir
Museum bukanlah ruang hampa tempat pengisi barang-barang tua. Lebih dari itu, museum punya posisi strategis untuk meneruskan ingatan atas suatu sejarah dan kebudayaan dari generasi ke generasi.